Merdeka! Dalam semangat dirgahayu RI yang ke-70 saya memulai tulisan ini. Kali ini hanya
hands-on dan
first impression dari salah satu
smartphone pendatang baru dengan
highlight pada spesifikasinya yang menggunakan
processor Octa-core, RAM 2GB, dan baterai 4.000 mAh. Di forum Juragan Cendol dan Facebook Fanpage, kalau Anda meminta spek setinggi itu dengan harga 1,5 jutaan maka bersiaplah menerima berbagai bentuk
online bullying. Komentar-komentar pedas mulai dari "Ngimpi lo gan!", "Emang pabrik
smartphone punya nenek lo?", "RAM 2GB dengkulmu!", hingga "1,5 jutaan dari Hongkong?" bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma.
Tapi koq kayanya ada satu komentar yang malah sebetulnya merupakan fakta deh. Ya,
smartphone dengan spesifikasi gahar di atas memang harganya 1,5 jutaan, dan berasal dari Hongkong koq. Namanya
Infinix Hot Note, kawan. Walaupun berasal dari Hongkong, namun Anda tidak perlu menunggunya sembari makan mie instan yang diseduh di kemasan
stereofoam. Cukup tunggu
Flash Sale di
Lazada, harganya Rp 1.599.000 saja, namun bisa jadi 1,5 juta kalau Anda pakai trik menggunakan aplikasi mobile
Lazada dan kode voucher APP100.
Kelengkapan Infinix Hot Note
Kita mulai kupas kelengkapan paket penjualannya ya. Box kemasan
Infinix Hot Note ini berwarna abu muda, dan bercorak
brushed metal yang diadopsi dari corak
backcover si
smartphone-nya sendiri. Nampaknya begitulah gaya pengemasan
smartphone ala Infinix. Setelah sempat merasakan box kemasan
Infinix Zero 2 yang juga bercorak seperti
backcover smartphone-nya, saya jadi ingin menggebrak meja seraya berkata "Ini kan gayamu, Infinix? Demi Tuuuuhaannn!" he.. he.. he..
|
Box Kemasan Infinix Hot Note |
|
Keterangan pada bagian belakang Box Infinix Hot Note |
|
Headphone saya nangkring di atas Box Infinix Hot Note |
Box
Infinix Hot Note sedikit banyak mengingatkan saya akan box kemasan Lenovo, berbahan karton tebal dan berukuran panjang dan lebar pas seukuran
smartphonenya dengan tinggi box yang cukup tinggi, tidak pendek dan melebar seperti kemasan
Infinix Zero 2. Saat box dibuka, kita langsung dapat melihat
smartphone-nya dalam keadaan terbungkus plastik pelindung buram. Kelengkapannya standar saja, kepala
charger, kabel data gepeng,
in-ear headset, buku manual dan kartu garansi. Dapat
headset untuk
smartphone spek tinggi dengan harga semurah ini sudah merupakan kelebihan tersendiri. Terkadang strategi produsen
smartphone untuk menekan harga jual adalah dengan tidak menyertakan headset dalam paket penjualannya (lirik dua merk sebelah, he.. he..).
|
Infinix Hot Note Unboxed |
|
Aksesories Infinix Hot Note |
Hands-on Infinix Hot Note
Oya,
Infinix Hot Note yang saya pegang-pegang kali ini warnanya
Copper Brown, alias coklat tembaga. Kalau dipikir-pikir memang iya sih, warnanya mirip dengan serat tembaga di dalam kabel listrik. Coba saja Anda kupas kabel listrik jika ingin tahu warnanya seperti apa, kalau saya sih ogah kupas-kupas kabel listrik, lebih baik kupas isi box
smartphone saja, he.. he..
|
Infinix Hot Note warna Copper Brown |
|
Infinix Hot Note saat dinyalaka |
Feels-nya di tangan, lumayan mantap, terasa lebih kokoh dibanding
Infinix Zero 2. Bobotnya yang lebih berat karena harus menggendong baterai sebesar 4.000 mAh justru membantu membuatnya terasa kokoh. Selain itu,
smartphone ini tidak sombong lho! Maksud saya, ini
smartphone kan baterainya besar sekali, tapi tidak membuatnya jadi tebal dan berat. Sebagai perbandingan pertama, saya ambil contoh Xiaomi Redmi Note generasi pertama, beratnya nyaris 200 gram, padahal baterainya 'hanya' 3.100 mAh. Sementara Lenovo P780 yang kapasitas baterainya sama persis, tebalnya melebihi kocek saya (duh, kebiasaan curhat di blog susah hilang nih).
Ternyata rahasianya terkuak saat saya buka
backcover-nya. Bahan
backcover-nya tipis sekali, mungkin Infinix menganut prinsip yang sama dengan pembalut kewanitaan, "begitu tipis, serasa ga pake" kali yah, haha.. Dan satu lagi, meskipun
backcover-nya dapat dilepas, baterainya tak bisa dicopot. Itulah dua rahasia kenapa Infinix bisa tetap menjaga dimensi
smartphone ini supaya tidak menjadi berlebih tebalnya. Saya hanya berharap, prinsip pembalut kewanitaan lainnya juga dianut oleh
smartphone ini agar selain tipis juga tidak bocor (baterainya, jangan berpikir yang nggak-nggak lho ya).
|
Mencoba menelanjangi Infinix Hot Note |
|
Infinix Hot Note setengah telanjang saja |
Di bagian belakang
smartphone ini kita bisa menemukan tiga (3) buah slot kartu, dua untuk sim-card (keduanya dapat mengakses jaringan 3G) dan satu buah slot micro-sd yang diberi tulisan peringatan untuk dilepaskan apabila
smartphone dalam keadaan mati saja. Cukup aneh mengingat baterainya tertanam sehingga tidak perlu melepasnya untuk mengakses slot micro-sd.
|
Slot kartu pada Infinix Hot Note |
Pada bagian kanan body, terdapat tombol power dan volume. Penempatan tombol power di bawah tombol volume saya nilai sangat cerdas untuk
smartphone dengan layar 5 inch ke atas.
|
Sisi kanan body Infinix Hot Note |
Pada bagian bawah body, terdapat lubang mic dan port micro-usb. Lubang port jack audio 3.5 mm ditempatkan di bagian atas, sementara bagian kiri body tampil licin tanpa terdapat apapun di sana.
|
Sisi bawah body Infinix Hot Note |
|
Sisi atas body Infinix Hot Note |
|
Sisi kiri body Infinix Hot Note |
Bagian layar cukup cerah, saya menilainya biasa saja. Tidak buruk, namun juga tidak patut dibanggakan. Tiga buah tombol kapasitif berada di bawah layar dengan urutan seperti pada deretan
smartphone Xiaomi. Tombol paling kiri meskipun bergambar layaknya tombol recent-apps, namun fungsinya malah sebagai tombol menu atau options. Saya belum dalami lagi apakah fungsi tombol ini dapat diubah pada menu pengaturan atau tidak.
First Impression Infinix Hot Note
Sekilas saja memegang dan menyalakan
smartphone ini, kesimpulan awal saya adalah
smartphone ini cocok bagi Anda yang menginginkan sebuah
smartphone dengan harga hemat, RAM lega, dan dapat digunakan berlama-lama. Dengan spesifikasi dan harga seperti ini, nampaknya Xiaomi Redmi 2 dan Lenovo A6000 mendapat lawan tangguh di kelasnya. Satu hal yang tak bisa Anda harapkan dari
Infinix Hot Note adalah kemampuan menikmati jaringan 4G. Sepengetahuan saya, processor MTK6592 besutan Mediatek yang disematkan pada Hot Note ini merupakan tipe lama yang juga dapat ditemukan pada Xiaomi Redmi Note generasi pertama dan HTC Desire 616. Untuk
clock speed processornya sama dengan pada HTC Desire 616, yaitu 1.4 GHz. Sementara pada Redmi Note clocknya mencapai 1.7 GHz.
Dengan menenteng spesifikasi yang
so last year,
smartphone ini juga belum bisa diandalkan untuk urusan gaya. Menurut pendapat saya,
Infinix Hot Note paling cocok untuk Anda yang butuh bermain
game yang tidak terlalu berat grafisnya, namun harus bermain dalam waktu lama karena mengejar suatu
achievement. Clash of Clans dan Let's Get Rich
gamers sudah paling cocok pakai
smartphone yang satu ini.
Kelengkapan sensor, spesifikasi jeroan, dan hasil benchmark sintetis dapat kita lihat bersama pada beberapa screenshot yang sempat saya ambil sebelum
smartphone ini saya kembalikan kepada pemiliknya. Ya, dari kesan pertama yang tidak meninggalkan debar-debar di dada, saya sih harus jujur mengatakan tidak memasukkan
Infinix Hot Note dalam list pembelian saya. Mungkin gara-gara si
Meizu M2 Note dan keinginan bernostalgia dengan FlyMe OS-nya lah yang membuat saya seperti ini. Ahh, kadang kisah cinta yang menyisakan kepenasaran memang lebih greget gimana gitu, he.. he..
Mau beli atau tidak, saya serahkan kembali kepada Anda para pembaca. Saya menuliskan kesan pertama saya terhadap
smartphone ini supaya Anda tidak terlalu sering
gontagantihape saja sih. Satu hal yang sangat sulit dilakukan di masa sekarang ini, bukan? :D.
koreksi tu om:
ReplyDelete1.sekarang infinix sudah upgrade lolipop.
2.infinix beda kelas dong dgn meizu m2, jd gk pas buat diadu.
3. Trimakasih
Terimakasih untuk koreksinya yang nomor 1 Om, sudah saya revisi. Sementara untuk nomor 2, saya tidak menulis bahwa Hot Note sekelas dengan M2 Note lho, tidak pula mengadunya. Cuma maksud saya, alasan saya tidak membeli Hot Note karena hendak meminang M2 Note, Om.
DeleteTerimakasih kembali atas kunjungan dan komentarnya :)
This comment has been removed by the author.
DeleteMakin lengkap lagi kalo ada review 1. performa batre (real), 2. Penerimaan sinyal dan 3. Kamera low light. Btw nice review bro
ReplyDeleteMaunya begitu Om, cuma unitnya keburu mau diserahkan kepada pemilik aslinya hehe. Jadi deh tulisan ini hanya Hands-on dan First Impression.
DeleteTerimakasih atas kunjungan dan komentarnya Om :)
Makin lengkap lagi kalo ada review 1. performa batre (real), 2. Penerimaan sinyal dan 3. Kamera low light. Btw nice review bro
ReplyDeletehehe ini kan cuma hand-on saja Om. soalnya unit-nya sudah diambil yang punya :D
Deletemau tanya, itu batre nya emang real 4000? soalnya gak yakin takut kalau gak real atau ternyata boros..
ReplyDeletebelum tahu Om, ga saya pakai lama, cuma sekedar hands-on :)
Deleteapakah layar sudah pakai Gorilla Glass / sejenisnya??
ReplyDeletebelum om
DeleteCuma sayang banget belum 4G, dan juga kelemahan chipset MT seri lama GPS locknya kurang cepet dan kurang akurat, coba dong gan review GPS-locknya
ReplyDelete